Laman

MENINGKATKAN RASA SALING ASAH ASIH ASUH, PARAS-PAROS SARPANAYA, SAGILIK SAGULUK, SALUNGLUNG SABAYANTAKA, UNTUK MEWUJUDKAN DESA PAKRAMAN BANYUATIS YANG SEJAHTERA DAN DAMAI.
Tampilkan postingan dengan label ngusaba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngusaba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2019

Nyengker Setra (Eedan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis Tahun 2019)


Om Swastyastu,
Setelah upacara matur piuning, nuasen karya, dan mlaspas uparangga/tetaring, maka inti Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis Tahun 2019 mulai digelar. Pada Soma Keliwon Uye, Senin, 11 Maret 2019 dilaksanakan dua rangkaian upacara secara berbarengan, yakni Nunas Tirtha, Nyangling, Saha Pakuluh dan Nyengker Setra.
Nunas Tirtha serangkaian Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis Tahun 2019 dilaksanakan di Kahyangan Jagat dan Dang Kahyangan. Nunas Tirtha dilaksanakan di Pura Besakih, Pura Batur, Pura Lempuyang Luhur, dan Pura Sida Karya (Sesetan). Penentuan Pura Kahyangan Jagat tersebut adalah atas petunjuk Wiku Dangacharya yang memberikan tuntunan dalam melaksanakan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini.
Melalui paruman pemangku Desa Pakraman Banyuatis, maka ditetapkan juga untuk nunas tirtha di Pura Pulaki, Pura Danu Tamblingan, Pura swagina dan kahyangan desa di sekitar Desa Pakraman Banyuatis. Pembagian tugas telah ditetapkan jauh hari sebelumnya, sehingga dapat berjalan dengan baik.
Pada waktu yang telah ditetapkan, Soma Keliwon Uye, Senin, 11 Maret 2019, Krama Desa (pemangku) yang ditunjuk mempersiapkan diri sejak pukul 05.00 Wita dan berangkat menuju tujuan masing-masing. Setelah melaksanakan tugas, karma desa (pemangku) kembali ke Pura Desa lan Puseh dan tirtha Kahyangan Jagat tersebut disanggra (disambut) oleh Pemangku Pura Desa lan Puseh untuk disimpan dan ditempatkan di Meru atau Gedong.
Pada hari yang sama,  Soma Keliwon Uye, Senin, 11 Maret 2019 juga dilaksanakan Upacara Nyengker Setra. Upacara ini adalah salah satu eedan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis Tahun 2019. Upacara ini dilaksanakan di setra dan Pura Prajapati Desa Pakraman Banyuatis yang dipuput oleh Ida Bhagawan Agra sagening. Seluruh Krama Desa mengikuti upacara tersebut sejak pukul 08.00 wita dengan sarana bhakti canang sari/canang sebtsari/canang raka sesuai dengan kemampuan. Upacara ini dimaksudkan agar sang pitara tidak mengganggu atau menghalangi pelaksanaan karya dimaksud. Melalui upacara ini juga diharapakan agar sang pitara bersama-sama ikut meyasa kerthi agar Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis dapat berjalan dengan baik.
Demikianlah upacara Nunas Tirtha, Nyangling, Saha Pakuluh dan Nyengker Setra yang merupakan eedan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis Tahun 2019. Masih banyak dan panjang eedan karya berikutnya, yakni Mendak Dewa Nini, Pengarcanan Ida Betara Sami Lunga Ke Pura, Negteg Karya Saha Nyangling, Mepepada, Memben Tawur, Tawur Balik Sumpah, Melasti Saha Mendak Siwi, Mapepada Saha Memben Karya, Puncak Karya Ngusaba Desa Mapahayu Nini, Panganyar, Nyenuk, Mekebat Daun Lan  Panyineban. Oleh karena itu diharapkan kepada Krama Desa Pakraman Banyuatis di manapun berada dapat pedek tangkil ngaturang bhakti. Dumogi Rahayu lan Rahajeng.
Om Santih Santih Santih Om.
Bersambung ….

Selengkapnya.. »»  

Awal Perjalanan Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini


Om Swastyastu,
Sejak keberadaan Desa Pakraman Banyuatis, baru kali inilah Karya Agung dan Suci, Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini, dapat dilaksanakan. Karya ini adalah wujud yadnya yang bertujuan mengembalikan kesucian, kesuburan, dan keharmonisan di wilayah Desa Pakraman Banyuatis, sekala niskala, bhuana alit dan bhuana agung. Tingkatan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini yang dilaksanakan adalah Tingkatan Madya. Oleh karena itu, pelaksanaan Karya Agung dan Suci ini patut dijadikan momentum oleh Krama Desa untuk menunjukkan Sradha dan Bhakti sehingga memperoleh Kerahayuan, Kerahajengan, dan Jagadhita dalam Kehidupan.
Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis dimulai dari tanggal 19 Februari 2019 sampai dengan 23 Maret 2019. Dengan durasi yang cukup panjang, diharapkan Krama Desa Pakraman Banyuatis, dimanapun berada dapat mengatur waktu dan kesempatan untuk pedek tangkil melaksanakan persembahyangan sebagai wujud Sradha dan Bhakti. Sehingga dalam satu siklus kehidupan sebagai manusia dan sekaligus sebagai krama desa dapat mengikuti dengan tulus dan ikhlas Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini yang puncaknya dilaksanakan pada Purnama Kadasa, Buda Wage Menail, 20 Maret 2019.
Mengawali Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis Tahun 2019, maka pada Anggara Keliwon Tambir, 19 Februari 2019, bertepatan dengan Purnama Kasanga, dilaksanakan Upacara Matur Piuning saha Nuasen Karya. Upacara ini dipuput Pamangku Kahyangan Desa dan dilaksanakan di Pura Desa lan Puseh Desa Pakraman Banyuatis. Upacara ini dimaksudkan memohon permakluman (Atur Piuning) bahwa Krama Desa Pakraman Banyuatis berketetapan hati akan melaksanakan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini. Dalam upacara ini Krama Desa memohon perkenan serta tuntunan agar Karya Agung dan Suci tersebut dapat terlaksana sesuai harapan dan tanpa halangan. Sejak saat ini Krama Desa Pakraman Banyuatis di manapun berada, wajib melaksanakan Yasa Kerthi baik dalam bentuk Perilaku maupun Upacara/Upakara agar keagungan dan kesucian Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini dapat diwujudnyatakan.
Dalam rangka mempersiapkan uparangga dan/atau tetaring, Krama Desa Pakraman Banyuatis secara bergilir ngaturang ayah (bergotong royong). Prawartaka Karya (panitia) yang telah dibentuk mengkoordinir jalannya kegiatan ngayah. Pekerjaan yang demikian agung dan suci, memang tidak dapat diselesaikan satu atau dua hari. Krama desa hampir setiap hari ada yang ngayah sepanjang dua minggu untuk mendukung Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini. Kebersamaan dan Kekeluargaan adalah kunci kesuksesan yadnya. Inilah yang selalu dikumandangkan oleh Bendesa dalam memotivasi karma desa.
Akhirnya, pada Saniscara Pon Matal, 09 Maret 2019, uparangga dan/atau tetaring dapat disucikan melalui Upacara Mlaspas Uparangga. Upacara ini dipuput oleh Pemangku Kahyangan Desa dan dilaksanakan di Pura Desa lan Puseh. Maksud upacara ini adalah agar semua sarana dan prasarana pendukung Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini, bersih dan suci sekala dan niskala.
Demikianlah langkah awal Krama Desa Pakraman Banyuatis dalam mempersiapkan dan melaksanakan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini. Langkah awal yang mulia ini adalah semata-mata untuk memulai kemuliaan. Oleh karena itu dukungan yang tulus dan ikhlas dari Krama Desa Pakraman Banyuatis di manapun berada, baik material maupun spiritual sangat diharapkan. Dana Punia, baik dalam bentuk Dharmadana, Widyadana, dan Arthadana adalah wujud nyata dukungan dimaksud. Semoga Krama Desa Pakraman Banyuatis selalu dalam Kerahayuan dan Kerahajengan. Om Anobadrah Kratawo Yantu Wiswatah.
Om Santih Santih Santih Om.
Bersambung ke perjalanan berikutnya ….


Selengkapnya.. »»  

Sabtu, 02 Maret 2019

Mengapa Ngusaba Desa?


Inti Sari Dharma Wacana
Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis
(Minggu, 21 Oktober 2018)
Oleh: Ida Pandita Dukuh Acarya Dhaksa
Om Swastiastu,
Istilah Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini sudah sangat dikenal oleh umat Hindu di Bali. Upacara ini bukanlah dresta atau kebiasaan, tetapi merupakan pelaksanaan Sastra Agama Hindu. Dalam berbagai lontar disebutkan, bahwa Ngusaba Desa wajib dilaksanakan oleh Desa Pakraman. Sedangkan Ngusaba Nini dilaksanakan oleh Subak. Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini sangat erat kaitannya dengan keberadaan Kahyangan Desa dan/atau Kahyangan Tiga yang ada di wilayah Desa Pakraman.
Dalam pelaksanaanya, upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini dapat dilaksanakan pada tingkatan Nista, Madya, dan Utama. Tingkatan tersebut sangat perlu dipertimbangkan sesuai dengan situasi dan kondisi atau Desa Kala Patra. Bagi Desa Pakraman yang belum pernah melaksanakan upacara Ngusaba, diharapkan dapat mengambil upacara mulai dari tingkatan Nista. Hal ini sesuai dengan lontar Dewa Tatwa, yang menyebutkan bahwa pelaksanaan Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini dilaksanakan mulai dari tingkatan Nista. Hal ini dimaksudkan agar jangan ada keterkejutan dan loncatan yang mengagetkan pada Krama Desa Pakraman. Selanjutnya, berdasarkan kesepakatan untuk kurun waktu tertentu dilakukan lagi upacara Ngusaba dengan tingkatan yang lebih tinggi.
Fakta menunjukkan bahwa Desa Pakraman Banyuatis belum pernah mengadakan Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini. Oleh karena itu, disarankan agar memulai dengan tingkatan yang kecil atau Nista. Tingkatan upacara tersebut ditinjau dari sarana yang digunakan. Sedangkan kualitas (mutu) upacara diukur dari ketulusan dan keikhlasan sang Yajamana atau yang mengadakan upacara. Jadi, perbedaan Nista, Madya, dan Utama adalah berdasarkan kuantitas sarana bebanten (uparangga) yang digunakan, bukan dari kualitas pelaksanaan upacara. Dengan, demikian jika upacara dilaksanakan dengan ketulusan, keikhlasan, kerendahan hati, kasih sayang, dan penuh kesucian, maka tingkatan yang kecilpun akan menghasilkan upacara yang Utama.
Pada prinsipnya, tujuan utama pelaksanaan Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini adalah agar Tanah dan Air yang ada wilayah Desa Pakraman Banyuatis, mencapai kesucian dan kesuburan puncaknya. Karena yang menjadi Ista Dewata dalam Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini adalah Dewa Wisnu dan saktinya Dewi Sri (Pertiwi). Dewa Wisnu adalah perwujudan air sedangkan Dewi Pertiwi adalah perwujudan tanah. Karena pada hakikatnya hidup dan kehidupan ini semua ditopang oleh keberadaan Air dan Tanah.
Kesucian dan kesuburan air dan tanah inilah yang telah menjadikan Desa Pakraman Banyuatis seperti saat ini. Oleh karena itu, sudah saatnya Krama Desa Pakraman Banyuatis untuk sadar akan rakhmat dan karunia yang selama ini telah dilimpahkan oleh Yang Maha Pengasih, Penyayang, dan Pemurah. Limpahan rakhmat dan karunia, kesucian dan kesuburan ini patut disyukuri melalui pelaksanaan Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini. Pendek kata, kita patut mengucapkan terima kasih atas karunia yang telah dilimpahkan. Inilah pesan dari beberapa Sastra Agama Hindu, sepert Lontar Widi Tatwa, Kusuma Dewa, dan Widi Sastra.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka Desa Pakraman Banyuatis sangat perlu melaksanakan Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini. Karena, sejak kebaradaan Desa Pakraman Banyuatis upacara dimaksud belum pernah dilaksanakan. Menurut Lontar Kusuma Dewa, disebutkan dalam satu siklus kehidupan manusia, Krama Desa minimal dapat mengikuti dan melaksanakan satu kali upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di wilayah Desa Pakramannya. Hal inilah yang patut dijadikan pertimbangan dalam pelaksanaan upacara dimaksud.
Hal penting yang juga terjadi dalam upacara Ngusaba adalah kebersamaan. Ngusaba berasal dari kata Saba yang artinya rapat atau berkumpul. Dalam upacara Ngusaba Desa semua perwujudan Hyang Widi, yakni Ida Bhatara berkumpul di Pura Puseh dan Bale Agung untuk menganugrahkan keselamatan, kesuburan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi Krama Desa Pakraman. Ini adalah momentum yang sangat tepat untuk mewujudkan kebersamaan, kekeluargaan, dan kedamaian.
Semua pralingga Ida Bhatara yang ada di Dadia, Panti, dan Merajan, berkumpul di Pura Puseh dan Bale Agung. Kondisi ini akan menghadirkan kebersamaan dan vibrasi kesucian yang sangat utama. Krama Desa mengucapkan rasa Angayu Bagia dengan menunjukkan sradha dan bhakti kepada Hyang Widi atas segala rakhmat dan karunianya. Dalam kenteks inilah, maka pelaksanaan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini di Desa Pakraman Banyuatis sangat relevan dan  urgen dilaksanakan.
Demikianlah secara ringkas inti sari Dharma Wacana dari Ida Pandita Dukuh Acarya Dhaksa tentang Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini. Upacara ini akan dilaksanakan oleh Desa Pakraman Banyuatis yang puncaknya jatuh pada Purnama Kadasa, Rabu, 20 Maret 2019.  Semoga upacara ini menjadi awal yang Mulia untuk Memulai Kemuliaan dalam mewujudkan Desa Pakraman Banyuatis yang saling asah asih asuh, paras-paros, sagilik saguluk salunglung sabayantaka demi Karahayuan dan Karahajengan.
Video lengkap Dharma Wacana Ida Pandita Dukuh Acarya Dhaksa tentang Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis Tahun 2019, dapat disaksikan dengan meng-klik link berikut:
Om Santih Santih Santih Om.




Selengkapnya.. »»  

Kronologis Rencana Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis 2019


Om Swastiastu, Atas asung kerta wara nugraha Ida Sanghyang Widi Wasa, malantaran manah suci, Prawartka Karya Ngusabha Desa saha Mapahayu Nini menginformasikan kronologis rencana pelaksanaan karya dimaksud. Informasi ini disampaikan agar dapat dijadikan sebagai bahan refleksi bagi Krama Desa Pakraman Banyuatis terhadap pelaksanaan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini. Sehingga, ada kesamaan pikiran dan kesatuan tindakan dari Krama Desa Pakraman Banyuatis dalam melaksanakan Karya/Upacara dimaksud. Muara dari semua ini adalah agar Krama Desa Pakraman Banyuatis selalu dalam kerahayuan dan kerahajengan.

Secara nonformal, dari komonikasi, informasi, dan  diskusi dengan para pangelingsir, pamangku, dan tokoh masyarakat Desa Pakraman Banyuatis, rencana pelaksanaan Karya Ngusabha Desa sudah menjadi wacana sejak tahun 2015. Wacana tersebut selalu hadir setiap ada pembahasan Piodalan di Pura Dalem-Prajapati atau Desa-Puseh. Dan, wacana tersebut semakin menguat dengan adanya rencana dukungan dana Rp200.000.000  untuk Karya Ngusaba Desa pada saat Sima Krama Prajuru dengan Krama Purantara dan Tokoh Masyarakat Desa Pakraman Banyuatis pada Hari Raya Galungan dan Kuningan pada tanggal 6 September 2016.

Berkaitan dengan hal tersebut, prajuru Desa Pakraman Banyuatis secara cepat mengakomodasi dukungan tersebut dengan menyusun dan mengirimkan proposal bantuan untuk Upacara Ngusabha Desa sebesar Rp200.000.000. Bantuan hibah tersebut diajukan kepada Gubernur Bali yang difasilitasi oleh tokoh masyarakat Desa Pakraman Banyuatis di Denpasar.  Bantuan hibah tersebut, diajukan pada tanggal 8 Februari 2017.

Secara formal rencana pelaksanaan Karya Ngusabha Desa tercetus pada rapat Manggala Desa Dinas dan Desa Pakraman Banyuatis, pada Minggu, 13 Mei 2018 di Bale Gong Pura Dalem Desa Pakraman Banyuatis. Pada saat itu diputuskan membentuk panitia inti yakni 1) Pengarah:  Nyoman Suisma (Bendesa) dan Ir. Made Mangku Jasaratha (Perbekel), 2) Ketua:  Jro Komang Wirahadi, 3) Wakil Ketua I: Jro Made Agus Susila dan Wakil Ketia II: Putu Arya, 4) Sekretaris:  Gede Putra Adnyana, 5) Bendahara:  Dewa Gede Susastrawan, 6) Anggota: Ketut darmika , Dewa Made Suadnyana, Manggala LPD, 7) Seksi Upacara: Jro Gede Winda (Koordinator), dan 8) Seksi Banten: Jro Made Astini (Koordinator).

Informasi tentang Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini dilanjutkan pada Paruman Desa Pakraman Banyuatis, tentang penyampaian LPJ kegiatan dan keuangan Desa Pakraman Banyuatis tanggal 1 Juni 2018 (Sukra, Paing, Dungulan). Pada saat itu Bendesa menginformasikan tentang rencana melaksanakan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini yang puncaknya akan dilaksanakan pada Purnama Kadasa Tahun 2019, tepatnya tanggal 20 Maret 2019. Krama desa yang hadir menyatakan persetujuannya terhadap rencana tersebut.

Persiapan dan pembahasan tentang rencana pelaksanaan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini terus dilakukan. Pada rapat Prajuru Desa Pakraman Banyuatis, Minggu, 24 Juni 2018 di Pura Desa lan Puseh Desa Pakraman Banyuatis, memperkuat tentang rencana pelaksanaan Karya tersebut. Keputusan rapat menyepakati pelaksanaan Upacara Ngusaba Desa Mapahayu Nini pada Purnama Kadasa,  20 Maret 2019 bertempat di Pura Desa lan Puseh Desa Pakraman Banyuatis. Pada saat itu dibuat jadwal kegiatan sebagai berikut.
No
Waktu
Uraian Kegiatan
1.
Mei 2018
Persiapan awal dan pembentukan panitia inti
2.
Juni 2018
Penyusunan panitia lengkap dan rencana kerja
3.
Juli 2018
Penetapan sulinggih dan matur ke Geriya
4.
Agustus 2018
Darma Wacana saking sulinggih
5.
Sept. 2018
Penetapan Dudonan acara dan anggaran biaya
6.
Oktober-Des. 2018
Persiapan Piodalan Pura Dalem-Prajapati (Tilem Kalima, 7 November 2018)
7
Januari-April 2019
Persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan Ngusabha Desa Mapahayu Nini (Puncak karya, Puranama Kadasa, 20 Maret 2019)

Koordinasi terus dilakukan dan pada Minggu, 15 Juli 2018 dilaksankan Rapat Prawartaka Karya Ngusabha Desa saha Mapahayu Nini. Keputusan rapat saat itu adalah:
1) Tingkatan Karya yang dilaksanakan adalah Madya;
2) Rencana tangkil ke griya sulinggih (Wiku Dangacarya) pada hari Minggu, 22 Juli 2018, dan yang tangkil adalah 1) Nyoman Suisma, 2) Jro Komang Wirahadi, 3) Jro Made Agus Susila, 4) Putu Arya, 5) Jro Gede Winda, dan 6) Jro Nyoman Driputra

Setelah tangkil ke Geriya dilanjutkan dengan melaksanakan Dharma Wacana. Berkaitan dengan hal tersebut, pada Minggu, 7 Oktober 2018, dialaksanakan pertemuan panitia di Pura Dalem Desa Pakraman Banyuatis, untuk membahas rencana Dharma Wacana. Hasil rapat memutuskan bahwa Dharma Wacana berkaitan dengan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini, dilaksanakan pada Minggu, 21 Oktober 2018. Dharma Wacana mengundang Ida Pandita Dukuh Acarya Dhaksa dari Padukuhan Samiaga Denpasar.  

Demikian kronologis rencana pelaksanaan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis tahun 2019. Semoga informasi ini menjadi awal yang Mulia untuk Memulai Kemuliaan.
Om Santih Santih Sanith Om.
 (Oleh: Prawartaka Karya)

Selengkapnya.. »»  

Jumat, 01 Maret 2019

Dudonan Karya Ngusaba Desa saha Mapahayu Nini Desa Pakraman Banyuatis 2019

No
Tgl.
Pukul
Dudonan
Pamuput
Kelengkapan
1
19-Feb-19
08.00 - selesai
Matur Piuning Saha Nuasen Karya
Pemangku

2
09-Mar-19
08.00 - selesai
Mlaspas Uparengga
Pemangku

3
11-Mar-19
08.00 – 10.00
Nunas Tirtha Nyangling Saha Pakuluh,
Pemangku/Krama desa

11-Mar-19
11.00 – selesai
Nyengker Setra
Ida Bhagawan Agra Sagening

4
12-Mar-19
10.00 – selesai
Mendak Dewa Nini, Pengarcanan Ida Betara Sami Lunga Ke Pura

Ida Bhagawan Agra Sagening
Gong, Santi
5
14-Mar-19
08.00 –selesai
Negteg Karya Saha Nyangling
Ida Tapeni
Ida Bhagawan Agra Sagening
Gong, Santi, Rejang
6
15-Mar-19
08.00 – 10.00
Mepepada
Ida Bhagawan Agra Sagening
Gong, Santi
10.00 – selesai
Memben Tawur
Ida Bhagawan Agra Sagening
Gong, Santi
7
16-Mar-19
10.00 – selesai
Tawur Balik Sumpah
Ida Dukuh Acharya Dhaksa
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa
Gandha Kusuma
Ida Pandita Dukuh Celagi
Gong, Santi, Topeng, Wayang
8
18-Mar-19
08.00 - selesai
Melasti Saha Mendak Siwi
Ida Bhagawan Agra Sagening
Gong, Santi, Rejang
9
19-Mar-19
08.00 - selesai
Mapepada Saha Memben Karya
Ida Bhagawan Agra Sagening
Gong, Santi
10
20-Mar-19
09.00 – selesai
Puncak Karya Ngusaba Desa Mapahayu Nini
Ida Dukuh Acharya Dhaksa
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa
Gandha Kusuma
Ida Pandita Dukuh Celagi
Ida Bhagawan Agra Sagening
Ida Mpu Jaya Samyoga
Gong, Santi, rejang, Topeng, Wayang
11
21-Mar-19
17.00 - selesai
Panganyar
Pemangku
Gong, Santi
12
22-Mar-19
17.00 - selesai
Panganyar
Pemangku
Gong, Santi
13
23-Mar-19
08.00 - selesai
Nyenuk , Mekebat Daun Lan  Panyineban
Ida Bhagawan Viveka Dharma
Gong, Santi, Topeng (Nyenuk)
Selengkapnya.. »»